Masya Allah, Inilah Makna ‘Ikhlas’ yang Tersembunyi Dalam Surah Al-Ikhlas. Tidak Banyak Orang Mengetahuinya

Tuhan merupakan zat yang tak akan pernah kita ketahui kepastiannya, namun Ia mengagungkan diriNya dengan bahasa, bahasa Al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an memberikan larangan untuk memikirkan zat Allah, namun Allah memberi manusia petunjuk untuk memkirkan apa-apa yang telah Ia ciptakan.

Allah memberikan kita petunjuk berupa Al-Qur’an, dibutuhkan pemahaman yang baik untuk mengetahui isi petunjuk tersebut. Surah Al-Ikhlas, Surah pendek berisi empat ayat, dinamakan Al-Ikhlas tetapi sama sekali tidak ada kata Ikhlas di dalamnya. Apa maksud yang hendak disampaikan Oleh Allah swt..?,  Mari kita simak.



Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Ayat pertama “qul huwallaahu ahad” : Katakanlah Tuhan itu Ahad.

Dalam terjemah Al-Quran yang lain diartikannya “katakanlah Tuhan itu Esa”, ada juga yang mengartikannya “katakanlah Tuhan itu Satu”.

Engkau yang satu, apakah sama pemaknaan satu sebagai contoh satu ‘’Dian’’  dengan satu ‘’Tuhan’’?, Benarkah satu itu tidak ada unsur lain?. ‘’Dian’’ satu, tetapi ada dua tangan, dua kaki, dua telinga, dua mata. Tetapi Dian tetaplah satu, Satu atau Tunggal. Seorang lelaki menikah dengan perempuan akan membentuk satu keluarga. Dua orang tetapi dinamakan “satu” keluarga. Satu disini bermakna penyatuan dua unsur yang menjadi satu.

Namun, Tuhan tidak membutuhkan pasangan, adakah Tuhan kesepian?, Tuhan tidaklah sendiri, tidak juga banyak, sebagaimana banyaknya manusia. Tuhan bersama dengan ciptaan-Nya : kerjasama tim, sebagaimana keluarga antara suami dan istri. Maka Tuhan beserta Malaikat-malaikat-Nya dan dengan segala yang Ia cipta.

Tuhan meliputi segalanya, meliputi alam semesta, meliputi malaikat-malaikat-Nya, Serta meliputi apapun itu. Itulah ahad, satu atau Tunggal. Dalam konsepsi Jawa, kita kenal dengan kata manunggaling kawula gusti. Manunggal: satu. Dalam konsepsi kenegaraan kita kenal dengan kata Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka: berbeda-beda / beragam, Ika: Satu. Jadi apa makna dari Tunggal?, Bisakah diartikan “tetapi”?, Dalam tunggal itu ada keberagaman.

Tuhan adalah dzat yang Maha Sempurna. Kita tidak akan pernah tau bagaimana dzat Tuhan yang sebenarnya, namun penting adanya untuk mengetahui agar terbangun pemahaman bila Ia benar-benar berbeda dengan makhluk-Nya. Dalam Surah Al-Ikhlas dijelaskan, “katakanlah Tuhan itu satu”, kalimat ini merupakan kalimat impressive. Muhammad diperintahkan oleh Tuhan melalui Jibril untuk mengakui bila Tuhan itu satu. Ayat ini juga dikenal dengan ayat Tauhid. Muhammad dikuatkan kembali dengan pengakuan tersebut, sekaligus sebagai peringatan kepada umatnya agar melakukan perjalanan-perjalanan “tauhid”. Sebagaimana pula yang dilakukan  Ibrahim dalam proses pen-Tauhidannya.

Dalam bahasa sederhana “katakanlah Dian, itu adalah kekasihku”. Seseorang memerintahkanku untuk mengakui jika Dian adalah kekasihku. Malaikat menguatkan keyakinan Muhammad dengan persaksiannya “Tuhan itu satu”. Begitupun dengan aku yang bersaksi tentang “Dian adalah kekasihku”. Ada pengakuan di dalamnya atau mengikrarkan diri. Ayat kedua dari Surah Al-Fatihah sebagai penjelas tentang Tuhan yang satu, siapakah Tuhan yang satu itu? “alhamdulillaahi Rabbil Aalamiin”: Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tuhan yang satu, meliputi seluruh semesta (Baca: Gus Mus). Akankah Tuhan kesepian?, Jawabannya tidaklah mungkin Tuhan kesepian, karena Ia adalah yang Maha Cinta?, ialah Tuhan yang meliputi alam semesta.

Kemudian pertanyaan bagi kita semua, Akankah Tuhan jatuh ‘’Cinta’’ kepada manusia seperti kita ini?, Sementara kita ini hanya sebahagian yang sangat kecil dari alam semesta ini.

Ayat kedua “Allaahus Shomad’ : Tempat meminta segala sesuatu. Pemaknaan kita terhadap ayat ini akan lekas kepada sifat kedermawanan Tuhan. Meminta, sangat berhubungan dengan sesuatu yang bersifat materi, “aku meminta uang kepada Ibu” sangat bermateri. Apakah Tuhan materialistik?, Sementara Tuhan tidak mengukur manusia dengan kekayaan. Bentuk tubuh dan apapun itu melainkan hanya dari segi ketakwaan. Kita sempat melupakan kata “pinta” (cintailah aku, hanya itu yang aku pinta). Kata-kata ‘’pinta’’ cocoknya dengan sesuatu yang inmateri atau tidak bermateri. Bagaimana jika seumpama diartikan “Allaahu Shomad”: Tempat meminta segala Pinta.

Dalam terjemahan Al-Qur’an yang lain bermakna: Adalah Tuhan yang bergantung padanya segala sesuatu. Yang bergantung itu adalah beban, hidup ini dipenuhi dengan beban / persoalan. Hanya kepada Ia lah satu-satunya yang meliputi segala misteri dan rahasia-rahasia tempat manusia menggantungkan keluh kesah, rasa dan asa. Akankah kita meminta rezeki kepada Tuhan berupa emas ataupun permata?, Ataukah kita meminta untuk dibukakan pintu-pintu pengetahuan agar kita lekas mengetahui dari mana memulai pekerjaan yang terbaik?

Ayat ketiga “ lam yalid walam yuulad” : Tidak beranak dan juga tidak diperanakkan. Mari kita obrolkan, Tuhan tidak beranak, Dan mari kita mengurusi kata anak. Anak berawal dari air mani dan sel ovum. Di obrolan selanjutnya kita akan bahas lebih mendalam. Anak lahir karena bersenggama, sangatlah jauh untuk Tuhan berkegiatan seperti itu. Mari kembali lagi, dengan Ia Tuhan yang meliputi segala semesta, Sungguh rendah kedudukan Tuhan bila Ia dilahirkan apalagi melahirkan. Mungkinkah Tuhan memerlukan semua itu, Tuhan tidak butuh bersenggama, sebab Ia adalah dzat yang ‘’Maha Cinta’’, Maha Pencipta tanpa reproduksi.

Ayat keempat “walam yakunlahu kufuwan ahad” :  Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya. Ayat ini sebagai pembersih, Bersih dari apapun mengenai pemikiran manusia terhadap-Nya.


Itulah IKHLAS. Sama sekali tidak ada kata-kata Ikhlas di dalam surah Al-Ikhlas. Ikhlas tidak meski disebutkan, Ikhlas adalah bentuk pentauhidan kepada Allah yang Maha Kuasa

Related Posts:

Satu Keluarga Tionghoa Ini Memutuskan Memeluk Islam, Begini Kisahnya

Satu keluarga Tionghoa asal Medan, Chik Chong (40), Jumat (13/1) memeluk Islam di Masjid Al Muchsinin Gampong Jawa Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Prosesi pensyahadatan dipimpin oleh Wakil Ketua MPU Kota Banda Aceh H Burhanuddin A Gani MA.

Selain itu ada pula tausiah disampaikan Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Safwan Zainun SpdI. Adapun bertindak sebagai saksi Keuchik Gampong Jawa H Ridwan AR dan Ketua Tuha Peut, Ir H Maulisman Hanafiah, serta dihadiri oleh Muspika Kutaraja dan warga yang antusias menyaksikan kegiatan ini.


Keuchik Gampong Jawa, H Ridwan AR mengungkapkan, bahwa sebelumnya Chik Chong yang menganut agama Budha, namun setelah memeluk Islam berganti nama menjadi Muhammad Hidayah, istrinya yang dulu bernama Ester berganti menjadi Siti Aisyah dan empat orang anaknya juga diberi nama masing-masing Ibnu Arif, Maulidia, Affrah dan Nabila.

Dikatakan Chik Chong yang berprofesi sebagai pedagang selama beberapa bulan ini dia mulai tertarik mendalami Islam dan mengutarakan keyakinan pada warga dusun tempat tinggalnya, wargapun melaporkan keinginan tersebut pada Keuchik, dimana salah seorang warganya ingin memeluk agama Islam.

Selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan MPU, Baitul Mal Kota Banda Aceh dan KUA Kecamatan Kutaraja maka dilaksanakan prosesi pensyahadatan di Masjid Al Muchsinin Gampong Jawa.

“Setelah menjadi mualaf Muhammad Hidayah dan keluarga bertekad akan memperdalam ilmu agama Islam untuk pegangan dan bekal hidupnya, semoga Allah SWT meridhainya,” pungkas Keuchik Ridwan

Related Posts:

Mengapa Kapten dan 37 Prajurit Korea Ini Memutuskan Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !

Kapten San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.

Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.


Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.

Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.

Baca Juga

Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.


Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya – untuk juga memeluk Islam.

Related Posts:

Bergetar Hati Membacanya… Selagi Sempat, Berbaktilah Kepada Orang Tua Kita. Kisah Nyata Bikin Semua Orang Menangis

Menggetarkan Bacanya… Selagi Sempat, Berbaktilah Kepada Orang Tua Kita. Kisah Nyat Bikin Semua Orang Menangis

Jadi sore... Di sebuah masjid di perumahan elit kota bogor
"wan... Mau kemana... Gak makan makan dulu?"
"lain kali aja... Udah sore... Pulang dulu... Sampai ktemu lagi ya... Salam buat keluarga"

Saya lihat dia pergi tergesa gesa... Seseorang dari belakang saya berkata

"gak usah aneh rief... Dia itu shubuh dan sore biasa mandiin ibu nya semenjak terkena str0ke.. Gantiin dan bersihin pampers kalo buang air besar dan ngajak jalan-jalan setiap pagi biar kena sinar matahari... Padahal dia kaya... Nyewa perawat juga bisa... Tapi dia gak mau... Malah dia urus sendiri semuanya... Dia gak pernah mau ambil job yang bikin dia harus nginap atau ninggalin rumah... Padahal proyek-proyek besar banyak yang perluin dia... Sabar banget dia."

Saya tersenyum...
Ilustrasi Diantara sekian banyak orang yang lebih memilih memasukan orang tuanya ke panti jompo atau menyewa perawat untuk merawat... Dia... Lebih memilih melakukannya sendiri... Bakti anak kepada orang tuanya...

Baca Juga

"pernah gak ente tanya kenapa dia mau seperti itu?"

"Pernah... Dia bilang... 9 bulan mengandung penuh beban, 2 tahun menyusui penuh menahan banyak hal dan larangan... Mengorbankan masa mudanya untuk bersabar membesarkan saya, menahan amarah atas kejahilan saya, kesalahan saya, kebodohan saya, keisengan saya... Mengorbankan kebebasannya untuk menjaga saya... Memastikan perut saya terisi makanan dan tidur dengan pulas disaat sering beliau tidur dalam keadaan menahan lapar dan tal tidur menjaga saya dari gigitan nyamuk... Tidak kenal lelah memperhatikan saya... Menasehati dan memperjuangkan hidup saya dengan mengesampingkan perasaan ingin menikmati kesenangan-kesenangan pribadinya...

Lalu...
Anak macam apa saya kalau membiarkan ibu diurus oleh bukan anak yang dibela belanya dulu? Anak macam apa saya jika merasa berat mengurus ibu yang telah mati matian menyamankan dan mengamankan saya?

Anak macam apa saya jika membiarkan masa tuanya tanpa menerima kebaikan anaknya sebagai balasan atas pengorbanan hidupnya?

Anak macam apa saya jika pekerjaan dan uang lebih saya pentingkan daripada mengurus orang tua yang sudah jelas jelas sangat berjasa atas kehidupan saya?

Saya tak ingin menyesal jika ibu saya meninggal disaat saya belum buktikan cinta dan rasa sayang serta bakti saya kepadanya"

Saya terdiam dan tak terasa air mata meleleh di pipi saya...
Teringat mama saya dan uban yang mulai memenuhi kepalanya..

Hikmah atau pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari kisah ini?


Apabila kisah ini dirasa bermanfaat, silahkan di share agar banyak orang lagi yang mendapatkan manfaat yang sama...

Related Posts:

Masya Allah, Dokter Asal Mesir Ini Ungkap Rahasia Didalam Al-Qur’an yang Bisa Kembalikan Penglihatan 99%

Salah satu anugerah yang Allah berikan kepada umat manusia adalah penglihatan. Dengan adanya mata, menjadikan keindahan dunia ini bisa terlihat dengan jelas.

Maka sudah sepantasnya jika kita senantiasa mensyukuri dan berusaha menjaga kenikmatan yang Allah beri tersebut. Namun seiring berjalannya usia, maka fungsi penglihatan pun menjadi menurun.

Bahkan tidak jarang banyak anak­anak yang terpaksa harus menggunakan kaca mata sejak kecil lantaran mengalami gangguan penglihatan seperti karena sering melihat gadget, membaca buku dengan pencahayaan yang kurang ataupun sering menonton televise.



Banyak yang berkesimpulan bahwa penurunan fungsi tersebut sangat sulit terobati dan membutuhkan waktu yang panjang. Akan tetapi dalam jangka waktu dekat ini sebuah perusahaan farmasi yang berada di Swiss merencanakan membuat obat mata yang disebut ‘Obat Qur’an’.

Dikutip dari Healthy Advices, obat yang ditemukan oleh dokter asal Mesir bernama Abdul Basit Mohammed ini diklaim mampu mengembalikan kemampuan penglihatan hingga mencapai keberhasilan 99%.

Abdul pun menyatakan bahwa ia menemukan obat tersebut dari Al Qur’an, tepatnya dalam surat Yusuf ayat 84:

Dan Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf”, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). (QS. Yusuf : 84)

Penafsiran ayat diatas bahwa sejak dulu manusia telah menggunakan keringat untuk menjadi obat dari berbagai masalah, terlebih yang berkaitan dengan perbaikan dan penyembuhan mata. Abdul pun telah melakukan uji coba kepada kelinci dan manusia.


Hasilnya cukup menunjukkan bahwa obat tersebut benar­benar bekerja dan memberikan keajaiban

Related Posts:

Dosa Hutang Tidak Akan Terhapuskan Meski Mati Syahid. Ini Penjelasan Hadits Nabi

Jadi trend dikala ini, bila tidak dapat mempunyai kendaraan kredit dapat jadi solusinya. nah, gimana perihal ini, karna sepanjang ini belum sempat terdapat kredit syariah buat kendaraan. sesungguhnya gimana peran hutang ini bagi agama.

Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).




Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


 “Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.”

Baca Juga


Related Posts:

Semoga yang Ikut Membagikan Pesan Ini Mendapat Rezeki Dari Arah Yang Tidak Dengan Di Sangka-Sangka,, Amiinnn..Tolong Bantu Disebarkan !

Semoga yang ikut membagikan pesan ini mendapat rezeki dari arah yang tidak dengan di sangka-sangka, Amiinnn..Tolong Bantu Disebarkan !

APA Alasan Utk Tidak SHALAT?
Tidak mampu wudhu? Tayamum,
Tidak mampu berdiri? Duduk,
Tidak mampu duduk? Berbaring,
Tidak mampu dgn tubuh? Pakai mata,
Tidak mampu dgn mata? Pakai Hati,
Tidak mampu pakai hati? Bungkus lalu masukin Kubur, beres


Semoga ALLAH selalu membimbing kita & menguatkan iman & ketakwaan islam pada diri kita jadi kita mampu istiqomah dalam melakukan shalat 5 saat.

Subhanallah semoga Yang Like & membagikan tausyah ini ditinggikan ilmunya, diangkat drajatnya, dibesarkan rezekinya, diharumkan namanya, disetiakan cintanya, dipanjangkan umurnya, dijauhkan dari azab kubur & api neraka & dikabulkan doa nya secepat dia menulis AAMIIN di komentar.
.

Semoga yg ikut membagikan pesan ini memperoleh rezeki dari arah yg tidak dengan di bebrapa sangka. Aamiin.

Related Posts:

Pasukan Israel Mengubur anak-anak Palestina Hidup Hidup. Sebarkan Agar Semua Orang Mengetahui Hal Ini

Apa yang ada pada benak hati anda sesudah lihat photo di atas, apakah menempati atau mungkin cuma diam saja tutup mulut serta telinga serta berpura-pura tidak paham, mari sebar luaskan informasi ini supaya kebanyakan orang di semua dunia tahu kebiadabanya. ASTAGHFIRULLAH. Tidak ada yang memiliki kesangsian tentang kesibukan tiran pasukan Israel di Palestina di semuanya dunia. Mereka mulai tingkatkan itu 10-20 th. terakhir. Dalam rekaman harian Anda dapat memiliki contoh kesibukan tiran pasukan-pasukan Israel di mana mereka yang mengubur anak-anak Muslim hidup hidup.


Tidak ada organisasi di sini untuk menutupi kesibukan tiran seperti yang yang pasukan Israel. Di sisi lain, organisasi internasional yang cocok manusia peroleh diaktifkan waktu mereka saksikan satu hal di negara-negara Muslim. Mereka diaktifkan waktu mereka saksikan salah di Asia.

Organisasi-organisasi internasional yang terkait dengan hak asasi manusia juga tidak diaktifkan waktu mereka memiliki kesibukan kekejam pada Muslim di Birma. Mereka  tetaplah tenang dan nikmati partai mereka di Eropa dan Amerika. Mereka hanya memiliki tanggung jawab untuk mengambil tindakan pada negara-negara Muslim. Mereka tidak diperbolehkan untuk mengemukakan satu hal pada negara-negara yg tak Muslim.

Baca Juga
Masya Allah, Satu Gereja Masuk Islam Setelah Mendengar Penjelasan Ini!
Kisah Mualaf dari Korea: Ternyata Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan

Mereka juga diperintahkan untuk mengambil tindakan pada negara-negara yg tak melibatkan keperluan Eropa dan Amerika. Sampai Anda bisa mengemukakan organisasi internasional tidak untuk manusia mereka telah di buat hanya untuk keperluan mereka sendiri, tidaklah untuk kesejahteraan manusia.

System diskriminasi telah dimulai dari hari pertama waktu mereka memiliki kekuatan tetapi setelah 9/11, peroleh keras. Mereka mulai maksud Muslim terutama dan tidak ingin membantu mereka dalam masing-masing permasalahan. Hal yang sama berjalan di Palestina, anak-anak yang mati demikian banyak tetapi tidak ada tanggapan dari semua organisasi yang disebut.

MARI KITA DOAKAN BERSAMASEMOGA SAUDARA KITA DIPALESTINA DIBERI KESABARAN DAN KEMANANGAN ((AMIIN)

((TOLONG BAGIKAN AGAR SEMUA MUSLIM TAHU INI))

Related Posts:

Inilah Keberadaan 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Sekarang

Al-Quran dan Firman Allah telah menjelaskan secara gamblang bahwa Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan yang bertugas menyampaikan Wahyu Allah kepada seluruh umat manusia. Setiap era dan peradaban berlangsung, selalu ada sosok Nabi dan Rasul yang bertugas meluruskan penyimpangan yang dilakukan oleh umat manusia di masa itu.

Walaupun ditunjuk sebagai manusia pilihan, sebagaimana manusia pada umumnya, Nabi dan Rasul juga mengalami kematian dan sakaratul maut. Hampir semua Nabi dan Rasul yang diturunkan mengalami kematian. Namun, Al-Quran mencatat ada 4 Nabi dan Rasul yang hingga kini masih hidup. DI mana keberadaan mereka saat ini?

Ilustrasi

1. Nabi Khidir Alaihissalam
Nabi Khidir Alaihissalam berada di kisaran abad ke-4 atau tepatnya hidup pada masa pemerintahan Raja Iskandar Dzul Qarnain pada tahun 322 SM (dikenal dalam sejarah dunia sebagai Raja Alexander The Great).

Walau tidak tercatat secara resmi dalam kisah 25 Nabi dan Rasul, namun Nabi Khidir dikenal dalam kisah perjalanan Nabi Musa A.S. Terkenal sebagai sosok yang cerdas dan penuh filosofi. Konon Nabi Khidir menyertai perjalanan Iskandar Zulkarnain mencari mata air keabadian. Kisah perjalanan Nabi Khidir ini dimuat dalam sebuah kitab karangan Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas.


“Bahwa Rasulullah SAW bersabda, ada seorang anak dari Sam bin Nuh AS telah meminum air kehidupan, lalu ia dapat hidup lama”. Maka pergilah Raja Zulkarnain bersama Nabi Khidir AS, untuk meminum air kehidupan. Namun yang berhasil meminumnya adalah Nabi khidir AS, sedangkan Raja Zulkarnain tidak berhasil menemui air kehidupan tersebut.”



2. Kisah Nabi Idris AS
Berbeda dengan Nabi Khidir, keberadaan Nabi Idris saat ini diketahui sudah berada di surga. Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang cerdas dan cekatan.

Bagaimana Nabi Idris bisa berada di surga saat ini? Awal kisah ini bermula ketika Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Nabi Idris. Ketika mendatangi Nabi Idris dan menyampaikan tujuannya, Nabi Idris pun setuju dengan syarat setelah dicabut nyawanya dia ingin dihidupkan kembali.

Allah SWT pun mengabulkan permohonannya ini lalu Nabi Idris dibawa ke akhirat oleh malaikat maut untuk melihat kondisi umat manusia yang ada di sana. Tiba-tiba Nabi Idris meminta izin kepada malaikat untuk mengambil sepatunya yang tertinggal di Surga. Malaikat pun mengizinkannya. Tiba di surga dan mengambil sepatunya, malaikat lantas mengajak Nabi Idris pulang namun Nabi Idris tidak ingin keluar dari Surga.

“Ya Idris, keluarlah!. Tidak, wahai Malaikat Maut, kerana Allah SWT telah berfirman bermaksud: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Ali-Imran: 185)


Sedangkan saya telah merasakan kematian. Dan Allah berfirman yang bermaksud:

“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi Neraka itu.” (Maryam: 71)


Dan saya pun telah mendatangi Neraka itu. Dan firman Allah lagi yang bermaksud:

“... Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya (Syurga).” (Al-Hijr: 48)


Maka Allah menurunkan wahyu kepada Malaikat Maut itu: “Biarkanlah dia, kerana Aku telah menetapkan di azali, bahawa ia akan bertempat tinggal di Syurga.”

Sejak saat itu, Nabi Idris pun tercatat sebagai salah satu Nabi yang hidup hingga kini di Surga.


3. Kisah Nabi Ilyas Alaihissalam
Nabi Ilyas pun tercatat sebagai salah satu Nabi yang diberikan keistimewaan hidup hingga kini. Pada suatu masa, malaikat maut bermaksud datang kepada Nabi Ilyas untuk mencabut nyawanya. Namun Nabi Ilyas menangis kepada malaikat maut. Setelah ditanya alasannya, Nabi Ilyas mengaku bersedih meninggalkan dunia karena tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk berzikir kepada Allah.

Allah pun mendengar kesedihan Nabi Ilyas lalu menurunkan wahyu agar malaikat maut menunda pencabutan nyawa Nabi Ilyas. Hingga kini, Nabi Ilyas diduga masih hidup dan terus berzikir kepada Allah.

4. Kisah Nabi Isa Alaihissalam

Nabi Isa difirmankan dalam Injil dan Quran hingga kini adalah sosok nabi yang masih hidup. Dalam Islam, Nabi Isa diselamatkan dari penyaliban kaum Romawi dan Yahudi di Nazareth, sedangkan dalam agama Kristen diyakini bahwa Nabi Isa dibangkitkan kembali pasca peristiwa penyaliban.

Related Posts:

Allahu Akbar. Menurut Penelitian Islam Akan Jadi Agama Terbesar di Amerika. Bagikan Kabar Ini Sahabat Semua

Jika tren-tren demografi saat ini berlanjut, Muslim dapat menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat pada 2050, melampaui Yahudi, yang saat ini berada di posisi kedua, menurut lembaga penelitian Pew Research Center.

Muslim-muslim di AS memiliki tingkat fertilitas tertinggi dan usia rata-rata termuda di antara kelompok agama besar di negara tersebut, yang membantu mendorong pertumbuhannya, menurut Michael Lipka dari Pew Research Center.


Jumlah orang yang diidentifikasi sebagai Yahudi diperkirakan turun dari 1,8 persen pada 2010 menjadi 1,4 persen pada 2050.

Baca Juga

Pada 2010, usia rata-rata Yahudi Amerika adalah 41 tahun, sementara usia rata-rata Muslim adalah 24, atau berbeda 17 tahun.

Selain itu, rata-rata Yahudi memiliki 1,9 anak per perempuan sementara angka untuk Muslim AS adalah 2,8, menurut Pew.

Pada sebuah survei tahun 2013, Pew menemukan bahwa lebih dari 22 persen Yahudi dewasa di AS menganggap diri mereka ateis, agnostik atau tidak berafiliasi dengan keyakinan apapun, namun masih mengidentifikasi diri sebagai Yahudi.

Pew tidak menyertakan orang-orang ini dalam populasi Yahudi.

Jika angka-angka yang diproyeksikan tersebut menyertakan kelompok Yahudi secara "etnis" atau "budaya" ini, mungkin populasi Yahudi yang terdefinisikan secara luas masih melampaui jumlah Muslim pada 2050.

Apapun perubahannya, secara keseluruhan, Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi negara dengan mayoritas Kristen.

Pada 2010, lebih dari tiga perempat orang Amerika atau 78,3 persen teridentifikasi sebagai Kristen.

Namun semakin banyak orang Amerika menganggap diri mereka tidak berafiliasi dengan agama manapun, dan pada 2050, jumlah orang yang menganggap diri mereka Kristen diperkirakan akan turun sampai 66.4 persen.

Related Posts:

Mengenal Putra dan Putri Nabi Muhammad SAW

Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)



Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Putri-putri Rasulullah

Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah  bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.

Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam sabdanya,

“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,
“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.

Putra-putra Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).

Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..


Related Posts:

Astagfirullah, Inilah Tanda-Tanda Seseorang Anda Telah Menjadi Budak Dunia. Apakah Anda Termasuk ?

Sebagian dari kita banyak yang tidak sadar bahwa sebenarnya kita telah menjadi budak dunia, bahkan ada yang paling parah sampai mengesampingkan urusan akhirat demi urusan dunia.

Bagi anda yang masih bingun dan ingin tau bagimana caranya mengetahui bahwa diri anda sudah menjadi budak dunia atau tidak, silahkan simak dibawah ini;



1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.

2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.

3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.

4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.

5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.

6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”

7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.

8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.

9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.

10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.

11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.

12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.

13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.



14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil

15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.

16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain

17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.

18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.

19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.

20. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.

21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.

22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.

23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.

25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.

26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.

27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.

28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.

29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.

30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.

31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.

32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.

33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul.

34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.

35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.

36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.


37. Anda berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Anda meminta kenikmatan dunia.

Related Posts: