Inilah Suara yang Dilarang Rasulullah Malah Sekarang Banyak Dilanggar Sebagian Umat Muslim

Ilustrasi
Sebagai umat Muhammad yang taat kepada Allah SWT dan menjunjung Nabi Muhammad, sudah sepatutnya mendengar apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya. Tentulah semua tutur Rasulullah menjadi pedoman bagi kita semua. Begitu juga sebaliknya, jika Baginda Rasulullah SAW melarang pasti hal demikian tidak baik bagi umatnya (kita semua).

Beberapa golongan manusia yang muslim tidak memperdulikan larangan dan juga petunjuk Rasulullah SAW. Sering kita melihat masih saja kaum muslim yang tidak mentaati apa yang disampaikan Rasul. Bahkan sangat banyak manusia tidak mematuhi perintah Allah SWT, naudzubillah. Diantara hal-hal yang dilarang oleh Rasulullah, berikut dua larangan terdapat dalam hadist : “Sesungguhnya aku melarang dua suara yang paling bodoh dan keji, yakni suara seruling ketika sedang mendapat nikmat dan suara tangis yang keras ketika mendapat musibah” (HR. Tirmidzi dan Baihaqi; hasan).

Pertama: Suara Seruling Ketika Sedang Mendapat Nikmat
Hal ini kerap dilanggar oleh beberapa umat Islam sekarang ini. Beberapa orang menganggap hal tersebut masalah biasa dengan membolehkannya. Padahal sudah jelas Rasulullah SAW melarangnya dan menjuluki dengan perbuatan bodoh dan keji.

Coba Anda lihat jika kebetulan sedang berada di acara walimah (pesta pernikahan). Padahal seharusnya walimah merupakan wujud syukur dan memberitahukan kebanyak orang bahwa sepasang anak manusia sedang melangsungkan pernikahan. Mirisnya pernikahan yang Islami telah hilang dan menjadi ajang hiburan yang menjerumus kedalam hal-hal terlarang.

Pada acara pesta atau walimah tidak jarang adanya musik-musik diselingi dengan suara seruling. Bukan hanya menggunakan kaset bahkan beberapa diantaranya mengundang grup musik atau sejenisnya sebagai pertunjukan langsung tentu atraksi music seruling juga ada.

Selain walimah, tidak jarang juga acara keagamaan yang diiringi dengan music-musik seperti acara khitanan atau kenduri sunatan Rasullah.

Naudzubillah, padahal Rasul melarang hal demikian.

Kedua : Menangis dengan Keras Saat Musibah (Meninggal Dunia)
Berduka boleh saja, karena lazimnya seseorang yang sedang kehilangan atau musibah akan sedih (duka). Namun, jangan sampai larut dan menangis sampai keras hingga meraung-raung, meratapi. Ini sangat dilarang dalam Islam dan sesuai penjelasan hadist Rasulullah SAW diatas.

Sebagai umat Islam kita haruslah lebih bersabar saat sedang menghadapi musibah seperti kehilangan seseorang paling dekat (orang tua meninggal atau anak), sedang ditimpa bencana alam dan lain-lainnya. Berdoalah kepada Allah SWT supaya dikuatkan dalam menghadapi cobaan. Karena cobaan datang dari Allah SWT untuk menguji hamba-Nya.

Semoga bermanfaat bagi semua. Wallahu a’lam bish shawab.


Related Posts:

Di Akhir Zaman, Inilah 5 Manusia yang Menjadi Incaran “Huraisy” ? Apa Itu Huraisy, Ternyata! Baca Penjelasan Ini



Pertanda kiamat tidak sepenuhnya dapat kita lihat sekarang ini. Akan ada pula di akhir zaman nanti sesuatu yang tidak biasa, bahkan terlihat tampak ganjil. Sesuatu yang memang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya. Seperti halnya hewan-hewan yang tidak bisa kita temukan di dunia ini.

Hewan-hewan di akhir zaman kelak, tentu tidaklah sama seperti di dunia. Apalagi, hewan itu keluar dari neraka Jahannam. Kalau pun serupa, ukurannya tentu berbeda. Seperti halnya hewan Huraisy, si anak kala. Ia mengincar lima macam manusia. Siapa mereka?

Rasulullah SAW bersabda, “Ketika telah tiba hari kiamat, keluarlah seekor hewan dari Jahannam bernama Huraisy anak kala, tinggi tubuhnya sejauh langit dan bumi, sedang luas atau lebarnya sejauh kutub barat-timur. Lalu ditanya oleh malaikat Jibril, ‘Hendak kemana Huraisy?’ Jawabnya, ‘Ke padang luas.’ ‘Mencari siapa?’

Jawabnya, ‘Yang kucari adalah 5 macam manusia, yaitu:
1. Yang suka meninggalkan/ mengabaikan shalat.
2. Yang enggan membayar zakat hartanya.
3. Yang berani/ durhaka kepada ibu bapaknya.
4. Yang suka minum arak.
5. Yang suka berbincang/ omong-omong di masjid (tentang urusan duniawi), menunjuk firman Allah, “Sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah. Maka, janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya,” (QS. Al-Jin: 18)’,” (Zudatul Wa’idhin).

Baca Juga

Itulah lima macam manusia yang menjadi incaran Huraisy, makhluk yang begitu menyeramkan, bahkan ukuran yang tak terduga, yang tak mungkin kita mampu melawan hewan jenis itu. Semoga, kita termasuk orang-orang yang menjadi incarannya. Oleh sebab itu, berusahalah agar tidak menjadi salah satu dari golongan manusia tersebut. Wallahu ‘alam.


Sumber: Tarjamah Duratun Nasihin/Karya: Ust. Abu H.F Ramadlan BA/Penerbit: Mahkota Surabaya

Related Posts:

Sedih, Diusia yang Semakin Senja, Nenek Ini Hidup Sebatang Kara dan Merindukan Anak-Anaknya. Kemana Anaknya?



Media sosial kini tengah diramaikan oleh sebuah foto nenek renta yang duduk jongkok dan termenung di hadapan sebuah tungku tradisional di rumahnya. Nenek yang diketahui bernama Surip ini memiliki kehidupan yang sungguh miris.

Kondisinya semakin menyebar setelah Laman Facebook Komunitas Orang Jawa Timur mengunggahnya di media sosial.

Nenek Surip sendiri tinggal di Dusun Jambu RT 18 RW 08 Desa Sundul Dukuh Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Ternyata nenek Surip tidak tinggal sendiri, ia bersama dengan seorang anak perempuan. Hanya saja anak perempuan tersebut mengalami gangguan jiwa sehingga bukannya meringankan beban, justru menjadi penambah tanggung hidup nenek Surip.

Dari akun Facebook tersebut diketahui bahwa nenek Surip memiliki satu orang anak yang sudah menikah dan tinggal di luar kota. Namun anaknya tersebut tak pernah pulang sekalipun untuk menjenguk nenek Surip.

Dulu nenek Surip hanya bertahan hidup dengan mengandalkan tenaganya sebagai buruh tani. Namun kini tenaganya sudah tidak mampu lagi dipakai untuk berusaha sehingga ia pun tidak bisa lagi bekerja.

"Mbah Surip hanya bisa termangu dan duduk saja sambil menceracau tak jelas arah ucapannya. Tetapi dari suaranya itu bisa didengar jelas kalau ia sangat merindukan anaknya yang jarang pulang menjenguknya," tulis akun itu.

Baca Kisah Nyata Lainnya

Kini nenek Surip hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar untuk sekedar makan. Bahkan hingga saat ini anaknya masih belum datang menjenguknya.

Netizen yang melihat postingan itu pun beramai­ramai mendoakan agar anaknya bisa segera sadar dan mau menjenguk nenek Surip.

Salah  satunya seperti akun Bang Edy Saja yang menulis, “Semoga anaknya yang merantau cepat tersadar.”


Sementara akun Ipwin Ratu Gealgeol menulis, “Embah yang sabar ya semoga anaknya mbah cepat kembali.”

Related Posts:

Heboh. Ribuan Warga Papua Memutuskan Masuk Islam Hanya Gara-Gara Hal Sepele Ini



Menggetarkan. Video ini benar-benar menggetarkan. Bagaimana perasaan Anda sebagai Muslim melihat ribuan orang Papua masuk Islam? Video ini merekamnya. Dalam video ini tampak ratusan orang Papua mengikrarkan dua kalimat syahadat. Dibimbing Ustadz Fadhlan Garamatan, mereka membaca dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab dan terjemahnya dalam bahasa Indonesia.

Video ini juga menampilkan seorang kepala suku menyatakan diri masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia juga membawa serta seluruh pengikutnya menjadi mualaf.

Di bagian tengah, ada cuplikan bagaimana dakwah di Papua menyadarkan penduduk asli bersuci. Mereka yang tadinya hanya mengenakan koteka mulai diajari oleh dai untuk mandi, bersuci, menggunakan sabun dan memakai pakaian. Bahkan karena kerja keras dakwah mengajarkan orang-orang Papua mandi dan memakai sabun, Ustadz Fadhlan Garamatan juga dikenal sebagai Ustadz sabun.

Di bagian akhir, pemandangan yang tak kalah mengharukan disajikan dalam video ini. Tampak puluhan orang Papua mengangkat kubah bersama-sama. Mereka sedang membangun masjid dan bergotong royong membawa kubah itu untuk menyelesaikan masjid baru mereka.

Banyak pengguna Youtube yang terharu menyaksikan video ini.

“Semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kepada saudara-saudara Islamku yang berada di Papua dan di seluruh dunia,” tulis Rosdin Mahmud.


“Subhanallah, semoga ini sebuah langkah awal agar sodara-sodara kita di papua memliki dasar kehidupan yang lebih baik, kareana islam adalah rahmat untuk kita semua, saya berdoa dan percaya islam akan mengajarkan mereka menjadi manusia yang lebih baik dari pada sebelum-belumnya, semoga sodara-sodara di papua dapat menjadi manusia-manusia yang ikhsan. amien.” Tambah K Alkpro.

Related Posts:

Mencengangkan, Inilah 10 Fakta Tentang ISIS yang Dibentuk Israel dan Didanai Amerika


Organisasi radikal ISIS kini terus menjadi perbincangan dunia karena gerakannya yang tidak padang bulu dan tidak berperikemanusiaan. Mereka rela melakukan segala cara asal tujuan utama mereka tercapai. Belum diketahui negara mana yang membuat organisasi radikal itu, namun kelompok yang berbasis di Irak dan Suriah itu ternyata bentukan Yahudi, demikian ditulis oleh laman Pojoksatu.id, 16 January 2016. Bahkan, kabarnya ISIS didanai oleh negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Israel sendiri, demikian pengakuan mantan Agen Intelijen Amerika, Edward Snowden dan mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Selain fakta-faka diatas, dibawah ini ada 10 fakta lainnya terkait dengan kelompok radikal ISIS. Simak selengkapnya.

1. ISIS Didirikan Agen Rahasia Israel
Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden menyatakan, pemimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi berdarah Yahudi. Nama aslinya Simon Elliot. Jurnal bidang militer dan luar negeri, Veterans Today melansir pada 11 Agustus 2014 bahwa pemimpin IS/ISIS Abu Bakar al-Baghdadi adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad atau dinas rahasia luar negeri Israel. Nama asli dari amir Daaesh (sebutan untuk IS/ISIS) tersebut adalah Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir dari orang tua Yahudi. Elliot direkrut dan dilatih oleh Mossad untuk memata-matai dan melancarkan perang urat syaraf terhadap masyarakat Arab dan muslim.

2. Pemimpin ISIS Kerja Sama dengan AS, Inggris dan Israel
Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mengatakan, pemimpin ISIS, Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan sebuah organisasi disebut ISIS yang kini mengklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah. Organisasi radikal ini dibentuk untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

3. ISIS Ingin Bentuk Israel Raya
Agen Mossad atau dinas rahasia luar negeri Israel menugaskan Simon Elliot alias Abu Bakar Al Baghdadi untuk masuk ke jantung militer dan sipil dari negara-negara yang dinyatakan sebagai ancaman bagi Israel. Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan fasilitas dan kemudian negara Zionis mengambil alihnya sehingga terbentuklah Israel Raya atau Eretz Israel.

Baca Juga

4. Hillary Clinton Akui ISIS Bentukan Barat
Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pernah mengakui bahwa kelompok IS/ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) merupakan buatan AS. Kelompok radikal itu dibentuk guna memecah belah sejumlah negera anti AS di Timur Tengah. Keterangan Hillary tersebut disiarkan berbagai media massa barat dan juga dilansir harian Mesir, Elmihwar, Rabu 6 Agustus 2014. Harian itu menuliskan bahwa Hillary menyatakan pengakuannya itu dalam bukunya berjudul “Hard Choice” (pilihan yang berat).

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah ‘Negara Islam’ (Islamic State/IS),” tulis Hillary.

5. Tujuan Awal ISIS Gulingkan Presiden Muhammad Mursi
Hillary Clinton dalam bukunya “Hard Choice” menyebutkan, awalnya ISIS akan didirikan di Sinai Mesir untuk melawan presiden Muhammad Mursi. Namun, rencana itu berubah ketika terjadi kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir dan menggulingkan Presiden terpilih Muhammad Mursi. “Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ujar istri mantan presiden AS, Bill Clinton tersebut.

6. ISIS Serang Negara Arab
Bukti nyata bahwa ISIS adalah bentukan Israel dan Amerika semakin menguat ketika organisasi radikal ini justru menyerang negara-negara Arab yang sedang kacau, di antaranya Irak dan Suriah. ISIS kini telah menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan berhasil menguasai kota besar Mossul di Irak.

7. ISIS Hancurkan Makam Nabi Yunus
ISIS mengklaim sebagai organisasi militer bernafas Islam. Namun, tindakannya sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Kelompok ini justru meledakan makam Nabi Yunus.

8. ISIS Ancam Hancurkan Ka’bah
Meski mengklaim gerakannya bernafaskan Islam, tetapi ISIS tak segan-segan menghancurkan simbol-simbol Islam. Bahkan, ISIS mengancam akan menghancurkan Kabah yang merupakan kiblat umat Islam.

9. Militan ISIS Dirawat di RS Israel
Para militan ISIS yang terluka dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, perbatasan Suriah. Setelah sehat dikembalikan. Tak satupun peluru ISIS ditembakkan ke wilayah Israel. Padahal sebagian wilayah pendudukan mereka berbatasan dengan Golan, wilayah Suriah yang dicaplok Israel.

10. Strategi Adudomba Amerika dan Israel

Pembentukan ISIS merupakan strategi AS dan Israel untuk menarik para militan Islam untuk hijrah ke Irak dan Suriah. Setelah terkumpul, negara-negara Barat membombardir mereka dengan bom hingga musnah. ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara-negara yang berbatasan dengan Israel, seperti Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. Hal ini dilakukan agar negara Zionis itu aman.

Related Posts:

Sangat Mengejutkan! Wanita Calon S2 Ini Syok Setelah Dijodohkan Dengan Supir Pribadi Oleh Ayahnya. Ternyata Pria Itu.. (Kisah Nyata)

Gambar Hanya Ilustrasi

Untuk seorang wanita, tidaklah hal yang mudah untuk terima perjodohan. Walau pria pilihan orang-tua bisa dimaksud baik bibit, bobot dan bebetnya, tentu tetap masih ada sejuta kebimbangan yang menyelimuti hati.

Tetapi, bagaimanapun, jodoh yaitu masalah Tuhan, seperti rezeki dan kem4tian. Manusia hanya bisa berdoa dan berupaya jalankan yang terbaik dalam kehidupannya.

Sekian mengenai narasi seorang wanita yang dijodohkan dengan sopir ayahnya. Walau permulaannya menolak, wanita ini lalu dengan yakini terima perjodohan itu. Itu kisahnya.

Berikut Kisah Selengkapnya

Saya yaitu wanita berusia 26 tahun yang akan selekasnya melalui pendidikan S2. Dikeluargaku, pendidikan dan karier lebih lebih paling utama di banding pernikahan.

Namun, semua beralih saat seorang lelaki diperkenalkan Bapak sebagai mobil barang di satu di antara usaha dagang miliknya. Sopir muda ini termasuk juga santun dan sedikit bicara.

Bahkan juga, Bapak yg tidak pernah berikanlah pujian pada anak-anaknya, tak henti-hentinya berikanlah pujian pada sopir barunya ini. Menurut Bapak, ia yaitu pria yang baik, pintar dan serba dapat. Pujian Bapak tentu
pernah membuatku keheranan.

Sopir muda ini, selalu mengucap salam saat masuk gerbang. Ia juga selalu menolak masuk rumah dan cuma menunggu di depan pintu waktu Bapak tak ada.

Baca Juga

Kemunculannya seolah merubah banyak kebiasaan Bapak. Musik keroncong yang umum selalu terdengar di rumah dan tape mobil kita tak pernah diputar lagi dan digantikan dengan muratal atau ceramah agama. Ibu juga terlihat mulai meniggalkan salon, dandanan modern, kuteks, dan perubahan fashion yang selalu diikutinya.

Namun, saya lebih kaget lagi waktu Bapak menawarkanku untuk menikah dengan sopir muda itu. Saya yang calon S2 terasa ter hi na harus menikah dengan sopir.

Namun, Bapak menjelaskan semua padaku, tentang siapa sopir Bapak sebenarnya dan mengapa Bapak merelakanku menikah dengannya. Saya juga sempat malu waktu mendengar cerita Bapak hingga kemudian memutuskan untuk berkata “ya”.

Sopir muda ini memang tidaklah sopir umum. Ia yaitu sarjana teknik yang sekarang ini tengah merampungkan gelar pasca sarjananya dengan beasiswa. Sebagai anak yatim, ia bekerja sebagai sopir untuk tutup cost hidup sepanjang kuliah, juga cost keluarganya.


Walau awalannya bimbang, saya sekian yakini dia yaitu lelaki terbaik yang telah diantar Tuhan sebagai jodohku.

Related Posts:

Syaikh PALESTINA: Saya Berharap ALLAH Menunjuk Muslim INDONESIA Menjadi Pemimpin Peradaban ISLAM Selanjutnya


Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

Baca Juga

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allah pun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah.”

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami.


Ditulis oleh Ustadz Salim A. Fillah

Related Posts:

Pada Saat Dajjal Tiba, Kelaparan Terjadi di Seluruh Dunia. Hanya Ini Makanan dan Minuman Bagi Kaum Muslimin. Apa Itu?


Sudah menjadi fitrah bahwa sebagai manusia kita membutuhkan asupan energi yang dapat menyemimbangkan kondisi tubuh. Kita tidak bisa hidup jika tidak makan dan minum. Sebab, kita adalah makhluk hidup, tentunya akan hidup jika diberi nutrisi. Tetapi, kita tak khawatir, karena kini sumber makanan sangat berlimpah. Berbagai macam jenisnya pun ada hanya untuk kita.

Tibalah di akhir zaman, sang lelaki bermata satu akan tiba di dunia ini. Dialah Dajjal, orang yang akan menggoncangkan keimanan seseorang. Maka, jika tidak ada iman yang kuat dan kokoh, cukup sulit bagi kita untuk terhindar dari rayuan Dajjal. Sebab, ia memiliki cara yang ampuh untuk membuat manusia melihat bahwa apa yang benar itu menjadi salah, dan yang salah menjadi benar.

Bukan hanya itu, kedatangan Dajjal dapat membuat umat Islam kelaparan. Pasalnya, salah satu tanda kedatangan Dajjal ialah akan tibanya musim paceklik selama tiga tahun. Hal itu menandakan bahwa kita tidak akan merasakan rezeki yang berlimpah seperti saat ini. Melainkan, keadaan kekeringan, kelaparan itulah yang akan kita rasakan.

Baca Juga

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku,” (“Kisah Dajjal”- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92).

Jika demikian, kita makan apa?

Ada sebuah buku dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menulis sebagai berikut: Dalam Hadist Riwayat Ahmad , “Asma’ berkata, “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?” Jawab Nabi “Allah mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat),” (HR. Ahmad No. 26298).

Kita tahu bahwa malaikat itu tidak memiliki nafsu. Otomatis, nafsu untuk makan dan minum pun tidak ada. Dan benar bahwa mereka itu tidak makan atau pun minum. Apakah itu berarti kita pun tidak akan makan dan minum? Lantas apa yang kita makan?

Asma’ berkata, “Wahai Nabi Allah, bahwasanya Malaikat tidak makan dan tidak minum.” Jawab Nabi, “Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis,” (HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir).


Ya, hanya tasbih dan taqdislah yang menjadi penguat kaum muslimin. Kita tidak akan merasakan bencana ini sebagai suatu masalah yang besar. Kita akan selalu yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik. Maka, tidak akan ada kekhawatiran dalam hati kita atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Wallahu ‘alam.

Related Posts:

Ternyata, Fakta Sejarah Membuktikan Bahwa Islam Sudah Masuk Ke Indonesia Ketika Rasulullah Masih Hidup. Tidak Percaya Baca Bukti Ini (2)





Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.

Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).

Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).

Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.

Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.

Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an, karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.

Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.

Baca Juga

Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Qur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.

Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).

Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an.

Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.

Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2, 5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.

Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..

Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.

“Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu, ” ujar Mansyur yakin.

Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).

Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.

Gujarat Sekadar Tempat Singgah

Jelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.

Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.

Baca Juga


Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.

Related Posts:

Ternyata, Fakta Sejarah Membuktikan Bahwa Islam Sudah Masuk Ke Indonesia Ketika Rasulullah Masih Hidup. Tidak Percaya Baca Bukti Ini



Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.

Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.

Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.

Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.

Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.

Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga

Temuan G. R Tibbets

Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.

“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.

Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.

Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).

Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.

Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara

Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.

Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.

Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.

Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi!

Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.

Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.

Baca Juga

Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.

Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai.. (Bagian 1)

Related Posts:

Masihkah Sanggup Tertawa Setelah Membaca ‘Azab Bagi Seseorang yang Meninggalkan Shalat’. Silahkan Baca Ini



(Na'udzubillah ..!!!)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40)

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.

Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum.

Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya.

Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’

Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjama’ah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun)…. Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’

Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih.

Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah.

Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala.

Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat.

Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW.

Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya.

Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.

Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan.

”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu. Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi.

Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya.

Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya.

Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”
Kedua, Allah tidak memandangnya.

Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin..

Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam bish-shawab,


Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat nanti serta sampaikanlah umur kami dan keluarga kami kepada bulan Ramadhan hingga Ramadhan selanjutnya. Aamiin ya Rabbal'alamin.

Related Posts: